Melepas Penat Di Tempat Wisata Alas Kedaton yang Unik

Melepas Penat Di Tempat Wisata Alas Kedaton yang Unik

Melepas beban penat yang ada di dalam diri Anda memang perlu dilakukan. Berlibur merupakan kegiatan yang mampu membuat diri Anda lebih bersemangat tanpa merasakan penat yang mungkin membuat diri Anda sangat suntuk. Kebosanan bisa saja muncul ketika Anda terlalu penat dengan pekerjaan saat ini. Salah satu lokasi wisata di Indonesia yang dapat dijadikan pilihan untuk berlibur adalah pulau Bali. Tak hanya pantai Bali juga memiliki tempat wisata alam menarik dan suasananya sangat khas.

Alas kedaton merupakan objek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Alas kedaton ini adalah kawasan hutan lindung yang luasnya mencapai 12 hektar. Di tengah alas ini, terdapat Pura yang dijaga dengan kawanan monyet-monyet jinak. Keberadaan monyet inilah membuat kawasan wisata alas kedaton terkesan lebih unik dan patut untuk dijadikan kunjungan saat Anda berencana untuk melakukan liburan. Monyet yang merupakan penjaga Pra itu sudah terbiasa dengan manusia sehingga tidak akan membahayakan Anda saat liburan ke sini.

Wisata alas Kedaton yang dihuni para Kera

Melepas Penat Di Tempat Wisata Alas Kedaton yang Unik

Objek wisata ini terletak di Jl. Raya Kedaton Kukuh, Tabanan Bali. Jika Anda berkunjung akan langsung disambut dengan monyet-monyet mulai dari pintu gerbang. Biasanya, pengunjung disarankan untuk membawa kacang-kacangan ataupun buah pisang untuk diberikan kepada para kera. Meski sudah jinak, pengunjung harus tetap waspada supaya tidak mendapatkan perlawanan dari monyet-monyet di alas kedaton ini.

Ada keunikan di lokasi objek wisata ini, terdapat lahan yang ditumbuhi rumput-rumput kecil, padahal di sekitarnya banyak ditumbuhi pepohonan. Konon lahan tersebut merupakan kuburan monyet yang mati dan dikubur sendiri oleh kawanannya. Lahan atau kuburan tersebut telah ada sebelum kawasan wisata ini dibangun, dan menurut warga adat sekitar, ini berkaitan dengan kisah mistis adat di sana.

Kawanan monyet tersebut akan membawa temannya yang mati dengan cara dipanggul bersama. Sehingga tak heran jika turis atau masyarakat di sana tidak pernah melihat bangkai monyet yang mati. Setiap ada yang mati, maka di lahan tersebut akan muncul gundukan tanah seperti kuburan. Sungguh luar biasa monyet-monyet di tempat yang dianggap suci itu memiliki hati yang mulai layaknya manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bitnami